bintang di loteng

namaku Daratalia. aku suka kamarku, aku suka kamar loteng yang akhirnya ibu berikan kepadaku. aku sangat menyukai itu, dari pada kamar besar, mewah, dan wangi.
entah mengapa aku bisa kekeh meminta kepada ibu untuk mengizinkan aku memakai loteng untuk kamarku. aku merengek kepada ibu dan ayah dari awal aku masuk ke sekolah menengah pertama (smp), dan akhirnya boleh! sangat senang :D bayangkan ... ! aku menunggu kira-kira 4 tahun untuk di perbolehkan menyulap ruangan yang adikku bilang : "cece !! itukan rumahnya tikus .. ada raja tikus loh nanti nyaaa" sambil menarik baju ku saat aku meminta ayah dan ibu mengizinkan kamar loteng untuk yang ke 500 kalinya.
aku tetap acuh .. aku bilang : "cece kan jagoan . wleee :p"
dan sekarang ruangan teratas dari inti rumah ku sudah menjadi kepunyaanku. yap ! dara's room . setiap kali ibu bertanya : "kenapa sih ce .. pengen pindah kamarnya ke loteng? bukannya kamu takut ketinggian?"
aku hanya menjawab : "gatau .. suka aja bu. hehehe"
iya sih, terkadang aku bingung .. jelas kamar lotengku lebih tinggi dari yang lain. rumah ku lantai 2, berarti .. aku secara tidak langsung satu-satunya orang di lantai tiga, dan memang tinggi. terkadang ini tidak masuk akal untuk orang yang pengecut melihat dari ketinggian seperti aku.
tapi sering aku menenangkan diriku sendiri . "you not fall ! you're safe in this room. c'mon ... it's enjoyable, da .."
malam peratama ku di loteng~
aku menarik selimut. disini terasa lebih dingin dari ruangan-ruangan di lantai 2 dan 1. aku belum membereskan barang-barangku, hanya yang seperlunya saja untuk besok sekolah. dan saat pagi .. aku bangun. tepat azan subuh. aku shalat. dan membereskan sedikit barang di lotengku sambil menunggu ayah memanggil untuk berangkat.
rasanya 7 jam di sekolah lebih lama dari sebelumnya!! "aaaaaa aku ingin segera sampai dan membereskan lotengku!!" teriakku dalam hati. bel berbunyi, dan aku murid pertama di kelasku yang keluar dari ruangan setelah berdoa.
sampai di rumah, aku bergegas menuju loteng, kamar kesayanganku.
kamarku masih terlihat berantakan dan aku siap untuk merapihkannya sendirian. aku memutar lagu-lagu beraliran rock-pop, dan mulai merapihkan semua barang-barang. okey .. aku merapihkan semuanya dengan bernyayi, seolah aku hafal semua lagu rock-pop yang tidak pernah ku dengar sebelumnya ini.
hari-hari berikutnya aku di kamar ini, entah kenapa aku jadi sangat menyukai bintang. entah karna aku baru sadar atau karna terlihat lebih dekat dari sebelumya, aku merasa nyaman melihat bintang.
1 bulan berlalu .. aku malah semakin menyatu dengan loteng ini. aku merasa sedikit berubah. tapi mungkin hanya perasaan saja, jadi tak ku hiraukan. tapi .. siang ini kakaku, ka razi bertanya padaku : "cece kenapa jadi berani tinggi ya? bukannya cemen soal ketinggian?" aku bingung . dari raut wajah ka razi, itu bukan lelucon. teman sebangkuku, mira. dia juga bilang : "da, ko sekarang sering puterin lagu-lagu yang agak ngerock gitu?" . adikku, fadil juga bertanya : "cece jadi sering ngelamun ya sekarang?"
haduuuh ... aku bingung . aku juga merasa sedikit berbeda, tapi aku suka. aku nyaman. terutama saat melihat bintang dan menikmati lagu rock.
suatu malam, entah kenapa aku tidur sangat awal. rasanya lelah. dan aku terbangun tepat seperti biasa, jam 5.
saat turun dari loteng untuk berangkat sekolah, ibu menatapku aneh. malam harinya, ka razi dan ibu meminta aku untuk mmeperbolehkan mereka menginap di lotengku. tapi sungguh ... tidak tau kenapa aku berteriak: "GAK BOLEH ADA YANG TIDUR DISINI SELAIN DARA!!"
ya tuhan ... aku beneran gak sadar ! setelah beberapa saat ka razi memberiku teh manis hangat, dan dia bilang: "dia adik gue" .
saat pagi .. ka razi bertanya padaku, ada apa dan apa yang aku rasakan. aku menceritakan semuanya ... "gue nyaman ka ... nyaman banget. tapi ... emm... kadang suka ngerasa beda sendiri, tapi nyaman banget"
ka razi menatap ku , dia bilang : "lu tau da? lu sering bangun malem-malem dan duduk di genteng sendirian. awalnya gue pikir cuma mimpi, soalnya gue panggil lu diem aja"
aku sangat amat kaget ! ga percaya 100% karna aku takut tinggi . "hah??!!" sentakku
ka razi : "malem berikutnya juga sering kaya gitu .. kadang lu suka stel lagu rock pas tengah malem"
sejujurnya .. ka razi membuatku takut pada diri sendiri. "gue kenapa ya ka??"
saat malamnya ka razi menyuruh ku menuliskan apa yang aku rasakan saat melihat bintang, mendengar musik rock dan semua yang membuat ku nyaman 3 bulan terakhir ini ..
okey .. aku mulai menulis.




saat melihat bintang, rasanya semua seperti terbang . aku dekat dengan bintang. dan nyaman. aku seolah tau semua tentang bintang, aku kenal dekat dengan bintang. saat mendengar lagu bergenre rock, aku sangat bersemangat. dan aku mengikuti liriknya dengan benar, padahal ... mengetahui nya saja tidak pernah.
dan semua yang terjadi belakangan ini, sangat membuat aku nyaman. dan seolah aku tau semua ini . dan rasanya, ada yang selalu membuatku yakin, kalau aku sangat nyaman.


ka razi melihat tulisanku dan menyampaikannya kepada temannya yang seorang psikologis. ka razi bilang, kami bisa berbagi karna dia juga pernah mengalami yang aku rasa. namanya ka rio. berumur sama dengan ka razi, 19 tahun. ka rio menceritakan semua pengalamannya, bersikap yang sebelumnya tidak pernah seperti dirinya sendiri .. layaknya aku sekarang. ka rio menginap di rumahku. dan yang ku tau ... aku sedang belajar dan selebihnya aku lupa.
keesokan harinya, saat aku bangun, aku sudah tergeletak di kasur . sempat bingung ... tapi aku merasa entah mengapa, lebih lega dari sebelumnya.
ka razi dan ka rio seta ibu dan ayah, menyuruhku ikut berkumpul bersama mereka. mata ibu seperti berkaca-kaca. sempat aku tanayakan mengapa, tapi ibu hanya menggelengkan kepalanya sambil menatapku.
ka razi : semalem, lu tidur diamana?
aku : di meja belajar, eh tapi ... gatau deh
ka razi : ga ngerasa apa-apa?
aku : ada apa sih emang ka?
ka rio : jadi gini da ... semalem, kamu belajar awalnya tanpa musik. tapi beberapa lama, kaka denger lagu rock yang sering di bawain temen kaka kalo manggung. itu lumayan kenceng sampe kedengeran kebawah. pas kita samperin, kamu masih duduk di bangku kamu, tapi ga belajar. lebih kaya ngenang sesuatu gitu. kita tetep perhatiin kamu, gak lama lagu abis, kamu berdiri. dan sikap kamu aneh. pas kaka tanya, "bukan dara ya?"
aku : hah? kayaknya aku ga denger musik dan .... kaya gitu
ka razi : iya, bukan lu ce
aku : ko bisa tau kalo itu bukan gue?!
ka razi : iyalah gue tau .. lu kan gak suka lagu yang begituan dan udah gue bilang kan, lu berubah. jadi bukan cecenya gue.
ka rio : yang kamu rasain adalah dia. namanya meta. kamu nyaman karna dia mengsugesti kamu nyaman di sini. dia bilang, dia suka loteng, banyak kenangan dia selagi hidup bareng pacarnya di loteng. terus, dia mau bantu kamu gak takut ketinggian lagi . tapi mau gimana pun .. dia ga bisa ngontrol diri dia. jadinya kaya menguasai kamu. soal lagu rock, itu pacarnya. dan bintang. dia suka banget ama bintang, dia bilang, bintang punya cahaya sendiri. dan dia seolah bintang. dia berusaha terus memancarkan cahayanya untuk menerangi orang lain, walaupun belum tentu orang lain menerangi dia. dan kaya bintang, lama-lama cahayanya bisa meredup. dia juga sebelum cahayanya lama-lama meredup, dia masih mau menerangi semuanya.. dan kalau ngeliat bintang, rasanya seolah dia di temenin. dia berterimakasih ke kamu .. sekalian minta maaf atas kelakuan dia yang harus kamu ikutin. dia tetep jagain kamu, dan janji ga akan bikin kamu bingung ama diri sendiri lagi.

aku tersentak. bintang!! aku sempat merasa ga perlu buat baik ama orang lain, toh orang lain belum tentu baik kepadaku. tapi .... setelah ka rio menyampaikan apa yang "dia" katakan tentang bintang. aku mulai berfikir .. dia benar . "bintang punya cahaya sendiri. dan dia seolah bintang. walaupun belum tentu orang lain menerangi dia. dan kaya bintang, lama-lama cahayanya bisa meredup. dia juga sebelum cahayanya lama-lama meredup, dia masih mau menerangi semuanya" . harusnya, sebisa mungkin aku berbuat baik sebelum aku tidak lagi bisa berbuat baik, selayaknya bintang, akan terus menerangi, sebelum cahayanya meredup.

aku terus terdiam, tidak percaya ini kenyataan dan aku yang mengalami. meta memberikan aku pelajaran, tentang arti sebuah bintang. oh tuhan !! apakah dia tau yang dulu sempat aku pikirkan tentang ini semua? ibu memelukku yang tengah mengalami shock. ka rio memperhatikanku, dia bilang : "kaka tau rasanya ko da" aku mendengar jelas tapi rasanya aku tidak bisa merespon dengan baik. apa ini yang namanya kesurupan? tapi aku tidak mengamuk, aku juga masih bisa mengontrol diriku. aku hanya merasa berbeda belakangan ini, itu saja.
"makanya jangan pindah ke loteng kata fadil juga .. cece badung sih" aku tersenyum, fadil masih 5 tahun, tidak memahami ini, tapi fadil benar, harusnya aku tidak di loteng. di pikir-pikir .. semejak aku di perbolehkan menempati loteng sebagai kamarku, kebiasaan meta menjadi kebiasaanku. mulai dari lagu rock, tau tidak? aku sama sekali tidak menyukai musik berbau keras seperti itu, makanya keluargaku merasa aneh. dan bintang .. awalnya aku berfikir mataku tertarik untuk terus memandangi bintang karna aku lebih dekat dengan langit ketimbang kamarku sebelumnya.
ibu terus membelai rambutku, dan aku rasa mulai membaik. "ka rio .. meta masih disini? masih di dalem diri aku?"
ka rio : "meta bilang, dia akan menjaga kamu"
aku : "meta dimana ka?"
ka rio : "di sekitar kamu tanpa harus kamu tau dimana da"
aku terdiam. ini untuk meta, aku  berterimakasih untuk pelajaran yang kamu kasih. aku jadi tau gimana bintang, aku jadi paham arti bintang, dan itu semangat tersendiri untukku. makasih meta .. terimakasih.

Komentar