untuk dingin di pagi ini.
dengan hujan yang menemani sampai akhirnya pagi datang dan dingin yang semakin menusuk perlahan, aku memandang langit-langit. memandang dengan seksama walau ruangan masih cukup gelap untuk memperjelas segala macam objek.
3 kata pertamaku untuk pagi ini, "ini tetap dingin" .
yap, ini dingin. tapi aku tidak menyelimuti diriku.
ini dingin, tapi aku membiarkan kulitku semakin tersiksa.
ini dingin, dan aku tetap merintih sendiri dalam detik yang sama dengan membiarkan semua semakin dingin.
aku memutuskan untuk bangun, dan tetap diam.
tidak lagi memandangi langit-langit, karena aku sadar satu hal : aku harusnya memandang langit malam untuk menemukan bintang, bukan terus memandang langit-langit kamar di keadaan gelap.
lalu aku mencoba untuk mengingat apa yang menjadi bunga tidurku, dan 2 kata keduaku hari ini pun terucap, "tetap kosong" .
kemudian aku menepuk-nepuk sendiri kepala ku, seperti orang bodoh.
bodoh? iya... bodoh.
manusia macam apa yang mulai memaksa otak-bangun-tidur nya berputar di pagi membeku seperti ini?
well, itu aku.
lalu aku menggigit bibir bawahku sendiri, dan aku memaki diri sendiri. seperti memperingati keinginan untuk berfikir di antara cuaca seperti ini, dan hari sepagi ini.
kemudian 1 kata ketigaku akhirnya terucap, "lemah" .
setelah itu aku beranjak, dan berdiri bodoh di hadapan cermin.
dengan sedikit cahaya dari tirai yang aku buka, aku melihat aku.
dan aku menunjuk aku.
kemudian aku berkata kepada aku.
"sampai kapan membiarkan semua ini tetap dingin? membiarkan otakmu tetap kosong? dasar lemah!"
3 kata pertamaku untuk pagi ini, "ini tetap dingin" .
yap, ini dingin. tapi aku tidak menyelimuti diriku.
ini dingin, tapi aku membiarkan kulitku semakin tersiksa.
ini dingin, dan aku tetap merintih sendiri dalam detik yang sama dengan membiarkan semua semakin dingin.
aku memutuskan untuk bangun, dan tetap diam.
tidak lagi memandangi langit-langit, karena aku sadar satu hal : aku harusnya memandang langit malam untuk menemukan bintang, bukan terus memandang langit-langit kamar di keadaan gelap.
lalu aku mencoba untuk mengingat apa yang menjadi bunga tidurku, dan 2 kata keduaku hari ini pun terucap, "tetap kosong" .
kemudian aku menepuk-nepuk sendiri kepala ku, seperti orang bodoh.
bodoh? iya... bodoh.
manusia macam apa yang mulai memaksa otak-bangun-tidur nya berputar di pagi membeku seperti ini?
well, itu aku.
lalu aku menggigit bibir bawahku sendiri, dan aku memaki diri sendiri. seperti memperingati keinginan untuk berfikir di antara cuaca seperti ini, dan hari sepagi ini.
kemudian 1 kata ketigaku akhirnya terucap, "lemah" .
setelah itu aku beranjak, dan berdiri bodoh di hadapan cermin.
dengan sedikit cahaya dari tirai yang aku buka, aku melihat aku.
dan aku menunjuk aku.
kemudian aku berkata kepada aku.
"sampai kapan membiarkan semua ini tetap dingin? membiarkan otakmu tetap kosong? dasar lemah!"
Komentar
Posting Komentar